ORARI Lokal Bantul Tingkatkan Kesiapsiagaan Melalui Pelatihan Mitigasi Bencana dan Simulasi Komunikasi Kebencanaan

Bantul – Dalam upaya meningkatkan kapasitas anggota menghadapi situasi darurat, ORARI Lokal Bantul menyelenggarakan Pelatihan Mitigasi Bencana dan Simulasi Komunikasi Kebencanaan yang diikuti oleh anggota ORARI dari berbagai wilayah di Kabupaten Bantul. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen ORARI Lokal Bantul dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat serta memperkuat peran komunikasi radio amatir pada saat terjadi bencana.

Materi mitigasi bencana disampaikan oleh Budianta, A.Md. (YD2UXR) dari BPBD Kabupaten Bantul. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya pemahaman mengenai karakteristik ancaman bencana di wilayah Kabupaten Bantul, tahapan mitigasi sebelum bencana, kesiapsiagaan masyarakat, hingga mekanisme koordinasi antarinstansi saat tanggap darurat.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai peran strategis operator radio amatir sebagai pendukung komunikasi darurat ketika jaringan telekomunikasi umum mengalami gangguan. Selain kemampuan teknis mengoperasikan perangkat komunikasi, anggota ORARI dituntut mampu menyampaikan informasi secara cepat, tepat, singkat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan Simulasi Komunikasi Kebencanaan yang dirancang menyerupai kondisi sebenarnya saat terjadi bencana. Pada simulasi tersebut, seluruh peserta melakukan latihan penyampaian laporan situasi dari masing-masing kapanewon menuju Stasiun Induk (Net Control Station/NCS) .

Setiap operator yang mewakili kapanewon menyampaikan laporan secara bergantian menggunakan prosedur komunikasi radio yang baku. Informasi yang dilaporkan meliputi kondisi wilayah, dampak kejadian, akses jalan, kebutuhan bantuan, kondisi jaringan komunikasi, serta informasi penting lainnya yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan.

Stasiun Induk bertugas menerima seluruh laporan dari masing-masing kapanewon, melakukan pencatatan, verifikasi, rekapitulasi informasi, serta memastikan komunikasi berlangsung secara tertib sesuai prosedur Net Control. Simulasi ini memberikan pengalaman nyata kepada peserta mengenai tata cara penyampaian laporan kondisi lapangan secara sistematis, efektif, dan efisien.

Melalui latihan tersebut, anggota ORARI juga dibiasakan menggunakan format laporan komunikasi kebencanaan yang seragam sehingga informasi yang diterima dapat dipahami dengan cepat oleh pos komando maupun instansi terkait.

Ketua ORARI Lokal Bantul, Priyanto (YC2UED) , menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peningkatan kompetensi anggota agar selalu siap mendukung pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana.

"Komunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam penanganan bencana. Melalui pelatihan dan simulasi ini diharapkan seluruh anggota ORARI Lokal Bantul memiliki kemampuan yang sama dalam menjalankan komunikasi darurat sehingga dapat memberikan dukungan komunikasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya" ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta aktif mengikuti diskusi, praktik komunikasi radio, serta evaluasi simulasi yang dipandu langsung oleh instruktur. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kemampuan peserta dalam menjalankan prosedur komunikasi darurat mengalami peningkatan, terutama dalam penyampaian laporan situasi dan koordinasi antarstasiun.

Melalui kegiatan ini, ORARI Lokal Bantul kembali menegaskan komitmennya sebagai organisasi yang tidak hanya mengembangkan hobi amatir radio, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan melalui penyediaan komunikasi alternatif pada saat terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya.

Semangat kolaborasi antara ORARI Lokal Bantul dan BPBD Kabupaten Bantul diharapkan terus terjalin sehingga kesiapsiagaan komunikasi kebencanaan di Kabupaten Bantul semakin kuat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini juga sejalan dengan berbagai program peningkatan kapasitas dan dukungan komunikasi kebencanaan yang secara rutin dilaksanakan oleh ORARI Lokal Bantul.