Bantul — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-147 Raden Ajeng Kartini, ORARI Lokal Bantul menggelar Special Event Station (SES) dengan callsign 8G26KTN pada tanggal 21 April 2026. Kegiatan berlangsung di sekretariat ORARI Lokal Bantul, Jalan RA Kartini No. 38, Nogosari, Trirenggo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Ibu Fadilah Hartati - YD2XXD dengan melibatkan operator perempuan (YL) ORARI Lokal Bantul, serta didukung oleh unsur pengurus, tim CORE OLB dan tim Teknik OLB. Selain sebagai bentuk peringatan Hari Kartini, aktivitas ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang komunikasi radio amatir, khususnya bagi operator perempuan.
Pelaksanaan kegiatan dipusatkan pada malam hari, mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Sekretariat ORARI Lokal Bantul menjadi pusat aktivitas, mencakup operasi komunikasi radio, koordinasi teknis, serta interaksi antaranggota. Pada sisi operasional, stasiun 8G26KTN tercatat melakukan ratusan komunikasi radio (QSO) di berbagai band. Pada band 80 meter mode SSB tercatat 113 QSO, sementara pada band 40 meter mode SSB mencapai 292 QSO. Adapun pada band VHF 2 meter mode FM tercatat 147 QSO. Capaian ini menunjukkan tingkat partisipasi yang cukup tinggi serta dukungan kondisi propagasi yang relatif baik pada periode malam hari untuk band HF. Dengan dukungan dari Bapak Eko Sutrisno-YD2UYB bagi para anggota amatir yang berhasil QSO mendapatkan QSL yang dapat didownload di web orari-lokalbantul.org.
Selain aktivitas komunikasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pelatihan Net Control Station (NCS) bagi operator perempuan. Para YL diberikan kesempatan untuk memimpin jalannya komunikasi, mengatur alur panggilan, serta menjaga ketertiban frekuensi selama net berlangsung. Langkah ini menjadi implementasi nyata semangat Kartini dalam konteks amatir radio—memberikan ruang, kepercayaan, dan pengalaman praktis bagi perempuan untuk tampil sebagai operator radio yang kompeten.
Di bidang teknis, tim teknik ORARI Lokal Bantul melakukan instalasi antena HF, diikuti dengan diskusi dan berbagi pengalaman terkait performa antena, pengaruh propagasi, serta upaya optimalisasi sistem radio. Proses ini menjadi bagian dari pembelajaran praktis bagi anggota dalam meningkatkan pemahaman teknis.
Kegiatan juga berlangsung dalam suasana kebersamaan antaranggota. Konsumsi khas—kacang rebus, pisang rebus, sayur lodeh, nasi hangat, ikan asin goreng, serta teh dan kopi hangat menebarkan aroma mantap dan menjadi pelengkap energi selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, ORARI Lokal Bantul tidak hanya memperingati momentum nasional, tetapi juga mendorong peningkatan kompetensi operator serta penguatan peran perempuan dalam dunia amatir radio.
(YD2VLN)
Orari Lokal Bantul